Sunda

Awal mula film dimulai dari kedatangan seorang jurnalis bernama Hilda (Marissa Anita) ke rumah Likas Tarigan (Tuti Kirana). Sebelumnya, Hilda tertarik dengan kehidupan Likas dan ingin membuat biografi tentangnya. Likas kemudian menceritakan kisah hidupnya sejak kecil pada tahun 1930 hingga tahun 2000 kepada Hilda. Kisah dimulai dari Likas kecil (Tissa Biani Azzahra). Likas diceritakan sebagai perempuan Karo dengan karakter kuat yang melewati berbagai kesulitan dalam hidupnya. Dia mengalami berbagai kejadian penting di Indonesia seperti perang kemerdekaan, pergolakan revolusi era 60-an, hingga masa jaya perekonomian Indonesia. Sepanjang perjalanan hidupnya, Likas terlalu banyak kehilangan orang-orang yang dicintainya. Meski sedih, Likas tetap terus bersemangat menjalani hidup dan berjuang memenuhi janji-janjinya kepada tiga orang yang paling ia cintai, yaitu ibu (Jajang C. Noer), abang (Ernest Samudra), dan suami, Djamin Gintings (Vino G Bastian). Film ini menyatukan kisah bernilai sejarah dengan balutan modernisme, tapi juga mengangkat nilai sentimental personal. Pesan terbaik dalam film ini adalah bagaimana perjuangan seorang perempuan dalam menjalani hidup, meski mengalami banyak kehilangan dalam hidupnya

Indonesia

Awal film diawali dengan kedatangan seorang jurnalis bernama Hilda (Marissa Anita) ke rumah Likas Tarigan (Tuti Kirana). Sebelumnya, Hilda tertarik dengan kehidupan Likas dan ingin membuat biografinya. Likas kemudian menceritakan kisah hidupnya sejak kecil pada tahun 1930 hingga 2000 kepada Hilda. Cerita dimulai dengan Likas kecil (Tissa Biani Azzahra). Likas digambarkan sebagai perempuan Karo dengan karakter kuat yang melewati berbagai kesulitan dalam hidupnya. Ia mengalami berbagai peristiwa penting di Indonesia seperti perang kemerdekaan, gejolak revolusi tahun 60-an, hingga masa kejayaan perekonomian Indonesia. Sepanjang hidupnya, Likas kehilangan terlalu banyak orang yang dicintainya. Meski sedih, Likas tetap semangat menjalani hidup dan berjuang memenuhi janjinya kepada tiga orang yang paling disayanginya, yakni ibu (Jajang C. Noer), kakak (Ernest Samudra), dan suami, Djamin Gintings (Vino G Bastian). Film ini memadukan kisah nilai sejarah dengan balutan modernisme, tetapi juga mengangkat nilai sentimental pribadi. Pesan terbaik dalam film ini adalah bagaimana seorang wanita berjuang dalam menjalani hidup, meski mengalami banyak kerugian dalam hidupnya

Persyaratan Layanan

Semua terjemahan yang dibuat di dalam terjemahan.id disimpan ke dalam database. Data-data yang telah direkam di dalam database akan diposting di situs web secara terbuka dan anonim. Oleh sebab itu, kami mengingatkan Anda untuk tidak memasukkan informasi dan data pribadi ke dalam system translasi terjemahan.id. anda dapat menemukan Konten yang berupa bahasa gaul, kata-kata tidak senonoh, hal-hal berbau seks, dan hal serupa lainnya di dalam system translasi yang disebabkan oleh riwayat translasi dari pengguna lainnya. Dikarenakan hasil terjemahan yang dibuat oleh system translasi terjemahan.id bisa jadi tidak sesuai pada beberapa orang dari segala usia dan pandangan Kami menyarankan agar Anda tidak menggunakan situs web kami dalam situasi yang tidak nyaman. Jika pada saat anda melakukan penerjemahan Anda menemukan isi terjemahan Anda termasuk kedalam hak cipta, atau bersifat penghinaan, maupun sesuatu yang bersifat serupa, Anda dapat menghubungi kami di →"Kontak"


Kebijakan Privasi

Vendor pihak ketiga, termasuk Google, menggunakan cookie untuk menayangkan iklan berdasarkan kunjungan sebelumnya yang dilakukan pengguna ke situs web Anda atau situs web lain. Penggunaan cookie iklan oleh Google memungkinkan Google dan mitranya untuk menayangkan iklan kepada pengguna Anda berdasarkan kunjungan mereka ke situs Anda dan/atau situs lain di Internet. Pengguna dapat menyisih dari iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi Setelan Iklan. (Atau, Anda dapat mengarahkan pengguna untuk menyisih dari penggunaan cookie vendor pihak ketiga untuk iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi www.aboutads.info.)